Ujungpendok Jaya Bakal Horeg, ya kalimat tersebut mungkin sangat aneh di dengar, namun bukan berarti kata horeg itu seperti bencana Gempa Bumi (Bergetar) tapi itu adalah sebuah istilah yang lagi ngetrend saat ini, HOREG. Lantas apasih Horeg Itu?
Horeg adalah istilah yang digunakan untuk menyebut sound
system rakitan yang biasa dipakai dalam acara rakyat seperti Karnaval desa, Hajatan (pernikahan, khitanan), Arak-arakan budaya, Parade malam minggu dan lain sebagainya. Ciri khasnya dari sound horeg adalah Speaker aktif dan subwoofer besar, Amplifier berdaya tinggi, Musik remix atau dangdut koplo yang tentunya dentuman bass yang bisa terasa hingga ke
dada—kadang sampai memecahkan genteng.
Fungsi Sosial dan Budaya
Sound horeg bukan sekadar hiburan. Ia telah menjadi
bagian dari identitas budaya lokal, terutama di desa-desa yang menjadikan
arak-arakan sound sebagai ajang unjuk kreativitas dan kebersamaan. Bahkan,
parade sound horeg sering kali menjadi tontonan utama dalam pesta adat atau
perayaan kemerdekaan.
Lantas bagaimana Dampak dari Sound Horeg tersebut yang menjadi Kontroveri masyarakat?
Meski meriah, sound horeg juga menuai kritik yang disebabkan tingkat kebisingan yang ekstrem dan bisa mengganggu
warga sekitar belum lagi risiko kesehatan seperti gangguan pendengaran dan juga potensi konflik sosial jika tidak diatur dengan
baik. Namun, di balik kontroversinya, sound horeg tetap
menjadi simbol semangat rakyat: goyang, gegap gempita, dan penuh warna.
Karnaval Adat Desa Ujungpendok Jaya
Di bulan Oktober nanti Desa Ujungpendok Jaya akan mengadakan adat Desa yakni Unjungan Kibuyut Guna. Masyarakat desa tentunya kembali bersiap menyambut momen sakral dan meriah yang telah menjadi denyut nadi tradisi masyarakatnya. Kegiatan tahunan tersebut menjadi hal yang rutin dalaksanakan oleh seluruh elemen masyarakat, khususnya di desa Ujungpendok Jaya. Tahun ini, tema besar yang diusung adalah "Ujungpendok Jaya Bakal Horeg", sebuah seruan penuh semangat yang mencerminkan kebangkitan budaya, kebersamaan warga, dan semaraknya kreativitas lokal dalam bentuk karnaval adat yang tak hanya memikat mata, tetapi juga menggugah rasa.
Makna di Balik Tema: “Ujungpendok Jaya Bakal Horeg”
Kata "Ujungpendok" merujuk pada nama desa di kecamatan widasari yang memiliki simbol kekuatan, kehormatan, dan warisan spiritual. Dalam konteks pesta adat ini.
Unjungan di Desa Ujungpendok Jaya menjadi metafora bagi seluruh elemen masyarakat terkhusus bagi generasi muda yang sebagai penjaga tradisi dan siap membawa kejayaan baru bagi desa.
Sementara kata "Bakal Horeg" adalah ungkapan khas yang berarti “akan ramai, akan hidup” menandakan bahwa acara adat desa yakni Unjungan akan menggeliat dengan energi budaya yang membara dan modern. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan panggilan untuk seluruh lapisan masyarakat agar turut serta dalam perayaan yang menyatukan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Pesta adat Desa Unjungan Kibuyut Guna bukanlah sekadar acara tahunan. Ia adalah ruang spiritual dan sosial di mana nilai-nilai luhur diwariskan, doa-doa leluhur dilantunkan, dan rasa syukur atas hasil bumi serta keselamatan warga dipanjatkan. Dalam pesta ini, ritual sakral seperti kirab pusaka, sesaji bumi, dan pembacaan sejarah desa akan tetap menjadi inti, namun tahun ini akan dibalut dengan nuansa karnaval yang lebih ekspresif dan inklusif.
Karnaval tahun ini akan menjadi sorotan utama, bukan hanya karnaval biasa, tapi juga sebagai ungkapan Kreativitas dan Identitas, dengan rangkaian acara yang dirancang untuk memukau dan menginspirasi karena rangkaian acara yang akan di gelar bertemakan budaya dan tradisi.
Yang membuat "Ujungpendok Jaya Bakal Horeg" begitu istimewa adalah keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Tokoh adat, pemuda karang taruna, ibu-ibu PKK, hingga santri dari madrasah setempat akan bergotong royong menyukseskan acara. Bahkan masyarakat yang merantau ke kota-kota besar dijadwalkan pulang kampung untuk turut serta.
Jadwal Pelaksanaan
Pesta adat Unjungan dan karnaval akan berlangsung selama dua hari berturut-turut di minggu pertama bulan Oktober 2025, Minggu Karnaval budaya dan pasar tradisi dan senin acara adat dan Panggung rakyat.
Sebagai penutup "Ujungpendok Jaya Bakal Horeg" bukan hanya perayaan, tetapi pernyataan. Bahwa Acara Adat Unjungan Kibuyut Guna tidak hanya menjaga warisan, tetapi juga menghidupkannya dengan semangat zaman Now untuk selelu menghargai dan mewariskan budaya pada generasi muda yang menjadi generasi penerus guna menyulam masa depan lewat tradisi.
Karnaval ini adalah bukti bahwa tradisi bisa tampil megah, relevan, dan membahagiakan asal dijalankan dengan cinta, gotong royong, dan visi bersama. Mari kita sambut bulan Oktober depan dengan gegap gempita. Karena di Unjungan, budaya bukan hanya dikenang dan dirayakan, namun bernilai historis yang tinggi dengan kebersamaan dan persaudaraan yang penuh dengan kekompakan dan kreativitas.
0 Komentar
Tulis Komentar Anda dengan sopan dan No Link Spam!