Iklan

header ads

Islam, Al-Qur’an, dan Sunnah: Panduan Hidup Sejati


Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, manusia semakin mudah terjebak dalam euforia duniawi. Harta, jabatan, dan kenikmatan sesaat kerap dijadikan tujuan utama, sementara investasi untuk kehidupan akhirat justru diabaikan. Padahal, Islam telah memberikan fondasi yang jelas: dunia hanyalah persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah tujuan abadi.

Allah SWT menciptakan dunia beserta isinya bukan tanpa maksud, melainkan sebagai ujian keimanan bagi setiap makhluk. Tidak ada yang gratis dalam kehidupan ini, kecuali satu hal: Allah hanya meminta kita untuk mengingat kebesaran-Nya melalui ibadah yang tulus.

Islam sebagai Dasar Hidup

Dasar kehidupan seorang Muslim adalah Islam itu sendiri. Islam hadir sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, penyempurna ajaran para nabi terdahulu, dan sesuai dengan fitrah manusia. Rasulullah SAW diutus sebagai penutup para nabi, membawa ajaran yang menyeluruh dan sempurna bagi umat manusia.

Islam bukan sekadar identitas, melainkan fondasi yang membentuk cara pandang, perilaku, dan tujuan hidup. Tanpa dasar ini, manusia akan mudah goyah dan kehilangan arah.

Al-Qur’an dan Sunnah sebagai Landasan

Jika Islam adalah dasar, maka Al-Qur’an dan Sunnah adalah landasan hidup. Al-Qur’an ibarat buku manual ciptaan Allah SWT, yang menjelaskan bagaimana manusia harus menjalani kehidupan dengan benar. Sunnah Rasulullah SAW menjadi tuntunan praktis yang melengkapi panduan tersebut.

Seperti halnya sebuah produk yang selalu disertai buku panduan, manusia pun telah diberikan Al-Qur’an sebagai pedoman. Bila dibaca, dipahami, dan diamalkan, maka hidup akan berjalan sesuai dengan kehendak Allah. Namun bila diabaikan, manusia akan tersesat dan merugi.

Dunia Sementara, Akhirat Abadi

Fenomena yang terjadi saat ini menunjukkan banyak orang rela mengorbankan nilai-nilai besar demi mengejar hal-hal kecil yang fana. Dunia dijadikan tujuan utama, sementara akhirat dianggap tabu untuk dibicarakan. Padahal, Allah tidak akan menanyakan status sosial kita di dunia, melainkan amal ibadah yang kita lakukan.

Seorang pejabat, konglomerat, profesor, atau rakyat biasa akan diperlakukan sama di hadapan Allah: yang membedakan hanyalah iman dan amalnya. Karena itu, investasi paling penting bukanlah deposito, saham, atau properti, melainkan investasi akhirat.

Opini ini mengajak masyarakat untuk kembali meneguhkan iman dan takwa sebagai benteng menghadapi peradaban modern. Kita harus sadar bahwa dunia hanyalah titipan, sementara akhirat adalah kepastian. Jika kita lalai, maka kita akan terjerumus ke dalam kerugian yang amat menyedihkan.

Marilah kita jadikan Islam sebagai dasar hidup, Al-Qur’an dan Sunnah sebagai landasan, serta iman dan takwa sebagai pegangan. Dengan begitu, kita tidak akan mudah goyah oleh budaya yang menjerumuskan. Semoga Allah SWT memberikan hidayah, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita termasuk golongan yang beruntung di dunia dan akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin. 

Posting Komentar

0 Komentar