Pemilihan Kuwu Telah Usai, hal ini adalah pengembangan Refleksi Demokrasi di Tingkat Desa. Pemilihan Kuwu (Kepala Desa) yang digelar serentak di Kabupaten Indramayu berbagai wilayah telah resmi berakhir, dimana pada tanggal 10 Desember 2025 yang lalu menjadi titik puncak perjuangan bagi 482 calon kepala desa /kuwu di 139 desa se Kabupaten Indramayu, mereka berkompetisi merebutkan menjadi orang nomor satu di desanya masing-masing. Setelah melawati berbagai tahap mulai dari tahapan pendaftaran, seleksi berkas calon kuwu, penetapan calon kuwu, nomor urut, masa kampanye, sampai proses pemilihan di TPS.
Suasana demokrasi yang semarak, partisipasi warga yang tinggi, dan semangat gotong royong menjadi ciri khas pesta rakyat yang berlangsung damai dan tertib. Di tengah hiruk-pikuk kampanye dan antusiasme warga, proses pemilihan ini menjadi bukti bahwa demokrasi di tingkat akar rumput tetap hidup dan relevan.
Antusiasme warga yang di desanya terjadi pemilihan kepala Desa (Kuwu) sangatlah tinggi, sejak masa kampanye dimulai, warga desa menunjukkan antusiasme luar biasa. Berbagai kegiatan sosialisasi, dialog terbuka, dan penyampaian visi-misi calon kuwu berlangsung di balai desa, masjid, lapangan, hingga warung kopi. Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, pemuda, ibu rumah tangga, hingga lansia, turut aktif dalam menentukan arah kepemimpinan desa lima tahun ke depan.
Proses Pemilihan melalui pemungutan suara dilakukan dengan sistem langsung, umum, bebas, dan rahasia menggunakan e-votting berbasis tehnologi dan manual. Panitia pemilihan desa bekerja keras memastikan kelancaran proses, mulai dari pendataan pemilih, distribusi undangan, hingga pengamanan TPS. Aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan relawan turut membantu menjaga suasana kondusif.
Di beberapa desa, pemilihan berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Warga datang mengenakan pakaian terbaik mereka, menunjukkan bahwa memilih kuwu bukan sekadar kewajiban, tapi juga bentuk penghormatan terhadap demokrasi lokal.
Hasil dan juga harapan warga setelah proses penghitungan suara yang transparan dan disaksikan langsung oleh masyarakat, nama-nama kuwu terpilih pun diumumkan. Sorak sorai pendukung, pelukan hangat antar calon, dan ucapan selamat dari warga menjadi penutup indah dari proses panjang yang telah dilalui.
Kuwu terpilih diharapkan mampu:
Menyatukan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang pilihan politik.
Melanjutkan program pembangunan desa yang berkelanjutan.
Menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan tradisi yang menjadi identitas desa.
Meningkatkan pelayanan publik, transparansi anggaran, dan pemberdayaan ekonomi warga.
Refleksi Demokrasi
Pemilihan kuwu bukan hanya soal siapa yang menang, tetapi tentang bagaimana masyarakat belajar berdemokrasi, menyampaikan aspirasi, dan menjaga persatuan. Di tengah perbedaan pilihan, warga tetap menunjukkan kedewasaan politik dan semangat kebersamaan.
Sebagaimana disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat, “Pemilihan kuwu telah usai, tapi tugas kita sebagai warga belum selesai. Mari kita kawal bersama pembangunan desa, agar manfaatnya dirasakan oleh semua.”
Sebagai penutup tulisan ini, penulis berpesan "Pemilihan kuwu telah usai, namun semangatnya harus terus hidup. Demokrasi desa adalah fondasi penting dalam membangun Indonesia dari pinggiran. Dengan kepemimpinan yang amanah dan partisipasi warga yang aktif, desa akan menjadi tempat yang lebih baik untuk tumbuh, belajar, dan berkarya".
0 Komentar
Tulis Komentar Anda dengan sopan dan No Link Spam!